Asa Menapaki Puncak Tertinggi Eropa

Latest

Catatan Perjalanan XPDC Elbrus

By Gokong 869

Jika orang mengatakan “experience is the best teacher”, maka pengalamanku September ini adalah mahagurunya. Berawal dari sebuah rencana ekspedisi pendakian ke luar negeri yaitu Mount. Elbrus di Russia oleh organisasi pecinta alam STAN, STAPALA. Mulai dari persiapan pencarian dana,  seleksi calon atlet, perijinan dll, akhirnya berangkatlah empat orang pemuda yang telah ditempa selama berbulan-bulan. Saya , Prabu Kusuma a.k.a Kus-Kus, Frassetto Dahniel a.k.a Gaek, dan yang paling muda Hifzil Lahuda a.k.a Ijil.

Pada tanggal keberangkatan diadakan upacara pelepasan atlet sebelum menuju Bandara Soetta. Upacara yang sederhana namun cukup membuat saya merasa menjadi harapan banyak orang. Dihadiri oleh teman-teman STAPALA, salah satu orang tua atlet, beberapa senior dan tentu saja pelatih kami, Bang Rachmad. Setelah sambutan demi sambutan selesai, kami berangkat. Tiga mobil penuh dengan teman-teman ikut mengantar sampai bandara. Sekali lagi, detik-detik menjelang boarding, jabat tangan, pelukan erat teman-teman dan tepukan melayang ke pundak kami. Kalimat-kalimat motivasi terlontar dari mulut mereka sambil melambaikan tangan. Sampai ketemu 12 hari lagi. Read the rest of this page »

Dari mana Mimpi Itu Berawal? (Elbrus Balik Gunung) – Behind The Scene EESS

By Jupret 858 (www.watonjeplak.wordpress.com)

Berjalanlah seorang berbadan gempal, berperut gemuk, berkepala botak dan bergigi ompong di sebuah pusat perbelanjaan di Kota Surabaya. Dilihat dari ciri2 fisiknya mungkin terlihat seperti bapak-bapak berumur lima puluh tahunan. tapi penampilan rupanya menipu, dia adalah mahasiswa tingkat akhir yang sedang melakukan tugas akhir yaitu PKL sebelum akhirnya membuat laporan PKLnya di Sebuah sekolah tinggi milik pemerintah yang bernama STAN. Sebut saja namanya coti.

Alasan dia datang di pusat pertokoan tersebut bukan untuk kencan dengan pacarnya yang kebetulan kuliah di Surabaya. Melainkan untuk bertemu senior dari kelompok pencinta alamnya yang saat itu masih bujangan. Sebut saja namanya bondan. Mereka janjian ketemu di suatu tempat makan di pusat perbelanjaaan itu. Read the rest of this page »

KBRI Moscow Terus Memantau Tim EESS

Semenjak masih di Jakarta, tim EESS sudah memberitahukan rencana pendakian Elbrus ke KBRI Moscow. Tim juga “sowan” ke KBRI Moscow pada hari kedua setelah tiba di Rusia. Semenjak saat itu, komunikasi intens terus dilakukan antara KBRI dengan Tim. Dua artikel di media online ini bisa jadi gambaran bahwa KBRI begitu care dengan warga negaranya.

1. Artikel di kemlu.go.id: “Mahasiswa STAN Bertekad Taklukan Elbrus

Sebanyak empat orang pendaki Indonesia dari Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (STAN) yang tergabung dalam kelompok pecinta alam STAPALA bertekad menaklukan puncak gunung Elbrus (5642 mdpl) yang merupakan gunung tertinggi di Eropa. Mereka adalah Prabu Kusuma Nusa Putra, Eko Santoso, Frassetto Dahniel dan Hifzil Waldy Lahuda.

Meskipun berbadan kecil, tekad dan semangat dari para mahasiswa tersebut sangat tinggi untuk mengibarkan bendera Merah Putih di hamparan padang salju di puncak Elbrus bertepatan dengan Hari Olahraga Nasional, 9 September 2011. Misi yang diemban tim STAN ini adalah untuk mewujudkan peran mahasiswa yang aktif dan dinamis dimana pendakian sebagai sarana dalam pengembangan soft skill & hard skill Sumber Daya Manusia.

Pada tanggal 4 September 2011 tim STAN tiba di Moskow bertepatan dengan Hari Ulang Tahun kota Moskow ke-864. Sebelum bertolak ke Mineralnye Vody, pada tanggal 5 September 2011 mereka diterima Counsellor /Penanggung Jawab Fungsi Pensosbud M. Aji Surya dan Pelaksana Fungsi Pensosbud KBRI Moskow Sekretaris Kedua Lailal Khairiah Yuniarti dan Sekretaris Kedua Enjay Diana di KBRI Moskow.

M. Aji Surya menyampaikan apresiasi yang tinggi atas tekad dan semangat yang besar serta kemandirian tiba di Rusia untuk menaklukan Elbrus. Ditambahkan bahwa pendakian Elbrus tidaklah mudah. Selain fisik, faktor cuaca sangat menentukan keberhasilan karena cuaca dapat berubah seketika, bahkan terkadang lebih ekstrem seperti badai salju yang tiba-tiba muncul.

Sebagai motivasi bagi pendaki tim STAN diambil contoh kegigihan Sabar, pendaki berkaki satu dari tim Ekspedisi Merdeka-RMOL Indonesia yang berhasil menaklukan Elbrus tanggal 17 Agustus 2011.

“Dilandasi semangat, keyakinan dan tekad yang besar, Sabar berhasil mencapai puncak Elbrus dengan tidak melihat keterbatasan fisik yang dimiliki. Kami berharap semoga tim STAN juga berhasil”, ujar Penanggung Jawab Fungsi Pensosbud KBRI Moskow.

KBRI Moskow melakukan komunikasi dengan tim STAN secara berkesinambungan. Pada tanggal 6 September 2011 tim pendaki sudah tiba di base camp Emanuel Glade, Dzhily-Su (2500 mdpl) atau sekitar 120 km dari kota Pyatigorsk. Selanjutnya mereka akan melakukan aklimatisasi yang diharapkan pada Hari Olahraga Nasional, 9 September 2011 bendera Merah Putih dapat berkibar di puncak Elbrus.

 

 

2. Artikel di Rakyatmerdekapnline.com: “Diserang Badai Hebat, Mapala STAN Jakarta Gagal Capai Puncak Elbrus”

Upaya tim pendaki gunung dari mahasiswa pecinta alam, Stapala-STAN Jakarta, untuk mencapai puncak tertinggi di Benua Eropa, Elbrus, pada tanggal 9 September kemarin mengalami kegagalan, karena diserang badai yang hebat di ketinggian 5.200 mdpl saat akan melakukan summit attackmenuju puncak Elbrus (5.642 mdpl).

Kabar ini disampaikan Kepala Divisi Pensosbud, Aji Surya melalui surat elektronik, yang diterima Rakyat Merdeka Online, beberapa saat yang lalu.

Menurut Aji Surya yang terus memantau dari KBRI di Moskow, kondisi para pendaki yang terdiri dari Prabu Kusuma , Eko Santoso, Frassetto Dahniel, dan Hifzil Lahuda dalam keadaan sehat.

Ketika Aji Surya menghubungi para pendaki melalui telpon selular, Ketua Pendakian, Prabu Kususma mengatakan bahwa mereka memulai pendakian pada pagi buta pukul 3, tanggal 9 September yang lalu.

“Waktu berangkat sudah badai dan hujan salju, tapi menurut pemandu dari Rusia biasanya jam 7 badai pasti reda. Kenyataannya sampai siang badai masih mengamuk tiada henti,” lapor Parabu Kusuma.

Badai yang hebat di ketinggian 5200 mdpl, membuat langkah para pendaki yang tergabung dalam Tim Elbrus Stapala menjadi susah sehingga merekapun sampai terhuyung-huyung ditiup angin yang kuat.

Dalam situasi tidak menentu, para pendaki sempat memutuskan untuk pindah  ke jalur  pendakian agar bisa mencapai puncak Elbrus yang lebih rendah (5.622 mdpl), namun hal itu tidak jadi dilakukan karena angin ribut tidak berhenti. Bahkan mereka turunpun berlarian seperti dikejar pocong.

“Masih untung kita semua selamat sampai bawah,” ujar Prabu Kusuma mengenang pendakian.

Menurut Parabu, mereka sempat berdiskusi dengan operator pendakian apakah akan naik lagi dalam waktu seminggu kedepan, namun setelah dilakukan analisa dengan melihat prakiraan cuaca dari badan metreologi dan geofisika Rusia, dalam waktu seminggu kedepan ternyata cuaca tidak akan membaik, malah lebih buruk.

“Kami sadari bahwa semua ini karena faktor alam, dan tidak mungkin kami melawan kehendak alam. Mungkin lain kali kami akan kembali lagi,” harap Prabu Kusuma yang saat ini sudah berada di kota  Pyatigosk (500 mdpl).

Cuaca yang tidak bersahabat juga melanda sebagian besar dataran di Rusia, seperti halnya kota Moskow yang terus diguyur hujan sejak seminggu belakangan ini.

“Sebab bulan September di Rusia sudah mulai hujan dan memasuki musim gugur,” jelas diplomat muda, Aji Surya.

 

Terrible White Storm Hit The Team

Langkah

Yoo Man…
Berjalan melangkah bersama
Hadapi semua kenyataan
Semua tak semudah seperti yang kau kira
Cobaan rintangan pasti menghadang

Ada kala kita tertawa
Ada kala kita rasakan duka
Hidup memang penuh dengan tanda tanya
Namun asa tak akan pernah hilang

aya yaaa…
uyeeeee / wo yo..
ho ho ho

aya yaaa…
uyeeeee

Cahaya matahari hangatkan / bangunkan jiwa ini kawan.. kawan,
Bersama kita lalui
Bersama kita rasakan
Segala yang terlewati tanpa rasa ragu

aya yaaa…
uyeeeee / wo yo..
ho ho ho

aya yaaaa…
uyeeeee

Pernah kita merasakan
Jiwa terhempas dalam keluh kehidupan
Kini semua berganti jadi harapan
Yakinkan kita tuk gapai semua angan

Sebuah lagu dari Gangsta Rasta bersama Tony Q Rastafara dengan judul ‘Langkah’ yang diputar pak ketum mengalun mantab dari komputer Posko pagi ini. Bersama dengan lagu-lagu Bang Rhoma Irama, Bondan prakoso dan Steven n The Coconut tree, lagu itu menghibur hati anak-anak posko. Kabar melegakan sekaligus mengecewakan datang dari Rusia.

Berikut ini rekaman penting menit-kemenit komunikasi Posko Stapala dari dan ke Rusia:

Jum’at, 9 Sept 2011

  • pukul 18.14 WIB, Gokong: “Team berada di ketinggian 5100 mdpl, ada badai salju di sana. Puncak timur udah kelihatan.
    besok team akan mencoba kembali untuk mencapai puncak,
    stamina team agak ngedrop, jadi team balik ke camp”

  • pukul 22.00 WIB, Mrs Victoria: “Jika guide di atas tidak mengabari, berarti keadaan dalam kondisi normal”

Sabtu, 10 Sept

  • Dari pagi hingga malam hari, tidak juga dapat kabar dari Rusia. Telepon dan SMS ke team tidak direspons
  • Pukul 19:00 WIB, panggilan ke Mang Ewot (terapis massage andalan para Atlet, di Sarmili, bukan di Rusia, hehe) tidak direspons. Nunggu kabar dari Rusia ternyata bikin pinggang pegel juga , butuh pijatan dari Mang Ewot neeh :P
  • Pukul 23:27 WIB, crew Alpindustria di Moscow: “Kami berada di Moscow, sedangkan kondisi team dipantau Mrs Victoria yang berada di Kaukasus”.
  • Pukul 23:34 WIB, Mrs. Victoria: “Team sedang dalam perjalanan mobil menuju hotel di Pyatigorsk, masih berada di uncoverage area, bisa dicalling 2 jam lagi. Upaya menggapai puncak terhalang oleh badai besar di atas gunung. Team bisa mencobanya lagi di lain kesempatan.” Berulangkali Mrs Victoria menyebut terrible white storm (badai salju yang mengerikan).

Minggu, 11 September 2011

  • Sepanjang malam, usaha menghubungi team tidak membuahkan hasil.
  • 06.30 WIB, Kuskus: “Team dihantam badai di ketinggian, sampai batas waktu toleransi habis, team belum bisa menggapai puncak. Team turun kembali ke camp 3800 mdpl dalam kondisi badai salju hebat. Team berjuang mati-matian untuk kembali turun kebawah. Sesampainya di camp, ternyata badai memporak-porandakan camp. Tenda dan peralatan pendakian terbang terhempas badai. Diputuskan untuk kembali ke basecamp Emanuel Glade. Saat ini team sudah berada di hotel di kota Pyatigorsk. Kondisi sehat wal afiat smua. Hanya saja Gokong mengalami pincang kaki. Besok team bertolak kembali ke Moscow via Bandara Mineralnye Vody.”
  • 06.45 WIB, Gokong: “Kondisi cuaca benar-benar di luar perkiraan. Gokong mengalamai cedera pada ujung jari-jari kaki yang berair dan membiru”.

Demikian laporan progress report pendakian. Pesan dari ketum Stapala: “Yang terpenting, kini saudara kita di Rusia sana dalam keadaan sehat wal afiat, dan keluarga atlet dapat tenang kembali karena kondisi putra-putranya sehat walafiat”.

Upaya Menggapai Puncak Terkendala Badai

Gunung Elbrus terkenal dengan angin kencangnya. Kini, tim EESS membuktikan bahwa tantangan paling berat dalam mendaki Elbrus adalah angin kencang yang membawa suhu dingin. Dilaporkan langsung dari Rusia, usaha menggapai puncak Barat Elbrus oleh tim EESS bertepatan dengan peringatan hari olahraga nasional terhadang oleh badai yang hebat. Karena pertimbangan keselamatan, tim harus turun kembali ke ketinggian 3800 mdpl.

Eko Gokong mengabarkan melalui telepon bahwa hari ini tim mendaki selama 11 jam dan sampai pada ketinggian 5100 mdpl. Puncak timur 5621 pun sudah kelihatan. Akan tetapi tim tertahan pada ketinggian itu karena badai.

Malam ini tim melakukan recovery, mengembalikan kebugaran tubuh. Usaha untuk menggapai puncak Barat akan kembali dilaksanakan esok pagi. Semoga saja recovery berjalan dengan baik dan tim bisa mengibarkan bendera merah putih di puncak tertinggi Elbrus.

Mohon Do’anya, Hari Ini Tim EESS Direncanakan Menggapai Puncak

Setelah sampai di basecamp Emanuel Glade pada tanggal 6 September, maka dua hari berikutnya adalah program aklimatisasi bagi bara atlet. Setelah menginap semalam di Base Camp Emanuel Glade, maka pagi harinya tim bergerak mendaki menuju Tent Camp pada ketinggian 3800 mdpl. Dilaporkan keadaan atlet sehat semua, hanya saja salah seorang atlet, Ijil sedikit merasakan pusing namun masih dalam keadaan normal (tidak beresiko).

Jumat pagi, tanggal 08 Agustus 2011 pukul 08.00 waktu Rusia, para atlet melanjutkan program aklimatisasi lagi menuju Lenz’s Rocks di ketinggian 4600 mdpl, untuk kemudian turun kembali ke ketinggian 3800 mdpl dan menginap di sini. Aklimatisasi terakhir hari itu berjalan lancar, namun atlet Ijil898 diputuskan tidak bisa mengikuti summit attack esok harinya karena terserang mountain sickness.

Summit attack dijadwalkan hari ini, 9 September 2011 pukul 04.00 waktu Rusia, atau pukul 07.00 WIB. Diperkirakan waktu yang diperlukan untuk menggapai puncak barat Elbrus antara 9 hingga 14 jam setelah start pendakian.

Mohon do’anya untuk keselamatan dan kesuksesan tim.

Rundown Pendakian EESS

Sesuai Rundown, maka team Ekspedisi Elbrus Stapala STAN hari ini mulai mendaki dari Emanuel Glade menuju ke tent camp pada ketinggian 3800 mdpl. Pendakian hari ini sekaligus sebagai proses aklimatisasi bagi para atlet. Team akan bermalam di sini sebelum melanjutkan pendakian esok hari.

Berikut ini rundown lengkap  yang dikeluarkan oleh agen pendakian Alpindustria:

-Rundown Pendakian-

Hari #3, Team Bergerak Menuju Base Camp Emanuel Glade

Selasa (6 September 2011) dini hari pukul 04.00 waktu setempat / pukul 07.00 WIB, tim pendaki elbrus STAN sudah bangun, untuk mulai nyicil packing barang. Tim menginap di Intourist Hotel, sebuah hotel bintang tiga yang terletak di kota Pyatigorsk, dalam dua kamar bertarif 50 euro per kamar nya.

Malam sebelum menuju hotel, tim singgah di equipment shop bernama “splav” (www.splav.ru) untuk mlengkapi alat pendakian yang dibutuhkan. Di toko trsebut tim mlakukan penyewaan equipment sbb : boot, crampon, ice axe, ice pool, Sleeping Bag, gaiters, dan googles. Tim juga terpaksa membeli : kacamata UV, headlamp, dan thermos. Karena alat-alat tsb tidak ada yang menyewakan atau sdh rent out.

Setelah slesai packing equipment, skitar pkl 7.00 waktu setempat (10.00 WIB) tim langsung sarapan pagi, yang mana disediakan oleh hotel. Hotel ini direkomendasikan oleh Alpindustria karena harga nya sudah include breakfast, dan menu breakfast nya good untuk pendakian.

Dan ternyata benar-benar good, dimana menu terdiri dari nasi goreng, pasta, ayam goreng (rata-rata pada ngambil 3-4 potong :D ), susu, yogurth dan biscuit. Kesempatan ini tidak disia-sia kan oleh tim yang akhirnya menemukan makanan yang cocok. Dan juga balas dendam setelah semalam menu makan malam yang didapat dalam pesawat menuju MinVody berasa aneh, serta ada jug yang mengandung daging babi. Wkwkw. “Coba kalo ada saya..hihi..”, seloroh Kadal Napitupulu di Jakarta mengetahui menu makanan di pesawat ada yang mengandung babi.

Setelah sukses balas dendam :D tim pun segera check out dari kamar hotel, dan kemudian menunggu penjemput dari pihak Alpindustria.

Owh ya..Salah satu alasan lain Alpindustria merekomendasikan hotel ini adalah karena adanya fasilitas deposit box yang sudah include. Shingga ketika packing tim sudah memisahkan barang-barang yang tidak diperlukan dalam pendakian, kmudian menitipkannya pada deposit box hotel.

Kira pukul 08 Waktu Setempat atau pukul 11 WIB, penjemput dari alpindustria datang lalu memberikan pengarahan singkat kepada tim mengenai weather forecast. Dan Alhamdulillah, cuaca cerah (menurut perkiraan sementara) pada waktu tim akan melakukan summit attack.

Begitu juga cuaca pagi hari ini, cerah. Dimana dari intourist hotel, kota Pyatigorsk, dapat terlihat dgn jelas dua puncak elbrus yang gagah

Setelah briefing singkat slesai, tim segera brangkat dengan jeep ke Emanuel Glade via kota Kislovodsk, dengan total jarak dari hotel kira-kira 160km.

Emanuel glade ini anggap saja sperti Gunung Putri atau Cibodas yang merupakan semacam pintu masuk kalau mau naek gunung Gede Pangrango. Emmanuel glade ini berjarak 1 hour walk to camp 1 (2800 mdpl), dan nama lainnya adalah Djilisu Mineral Springs.

Sambil menunggu kiriman gambar dari team di Rusia, berikut akan saya coba beri foto-foto dari internet untuk sedikit mengobati kehampaan dan sebgai gambaran / visualisasi:

  • Visualisasi letak MinVody airport, kota Pyatigorsk, kota Kislovodsk, dan mt elbrus.   twitpic.com/6gt5yh
  • Intourist Hotel *** (bintang tiga) yang terletak di kota Pyatigorsk, tempat menginap tim    twitpic.com/6gt6s1
  • Suasana two beds room di intourist hotel twitpic.com/6gt7m4
  • Sebuah bangunan gereja di kota Pyatigorsk yang membelakangi pegunungan elbrus twitpic.com/6gteqm
  • Panorama puncak Elbrus dari kota Pyatigorsk ( di belakang bukit, gunung yang ada es nya)    twitpic.com/6gtal2
  • Penampakan jalan dari Kislovodsk menuju Djilisu.   twitpic.com/6gwd0b
  • Lalu ini penampakan Emmanuel Glade, dimana di bagian tngah agak ke kiri dikit terlihat sekumpulan tenda.  twitpic.com/6gwexx
  • Dan kemudian ini adalah penampakan North Route secara keseluruhan. Pada bagian bawah terlihat posisi Base Camp 2500mdpl. twitpic.com/6gwgns

Akhirnya dapat jg fotonya. Tim sedang berpose di depan jeep 4×4 yang akan membawa mereka ke Emmanuel Glade.

pose di depan jeep yg akan membawa team ke Emanuel Glade

Kabar terakhir yang diterima posko di Jakarta, team sudah moved to the base camp (2250m). Weather is fine. And the team will send us pictures later on:). Sudah tidak ada sinyal selular phone di Base camp tersebut. “There is only satellite signal there:)” demikian penjelasan dari Mrs Victoria.

Komunikasi yang ada hanya via guide Tim ke agen Alpindustria di kantor mereka. Demikian untuk sementara, kita tunggu kabar selanjutnya.

Galeri Foto Moscow-Pyatigorsk

moscow masih sepi, blom pada balik dari mudik lebaran :P

@kamar hostel, full signal wifi

bincang dengan Konsuler Fungsi Pensosbud KBRI di Moscow Aji Surya (dua dari kanan), Sekretaris Dua Lailal K Yuniarti (kanan), dan Enjay Diana (berdasi)

Mr Enjay Diana

Mokswa

bersama driver pengantar Pak Alesiie

Hunting alat di Pyatigorsk bareng Mrs Victoria dari Alpindustria

penampakan @toko outdoor

situasi @toko outdoor

crampon

crampons

ice axes

Hari I dan II di Rusia, Bahasa dan Makanan Sedikit Menjadi Kendala

Team Ekspedisi Elbrus Stapala STAN (EESS) tiba di bandara Domodedovo, Moscow 4 September 2011 pukul 14.45 waktu Moscow atau 17.45 WIB. Selanjutnya atlet akan menuju Moscow Home Hostel untuk beristirahat. Team akan dijemput oleh pihak Moscow Home Hostel, sebuah hostel langganan para backpacker dengan sewa yang “ramah” bagi kantong :) . Team EESS mengambil paket six bed dorms mixed dengan konsekuensi dicampur seruangan dengan turis lain.

Menjadi satu keuntungan tersendiri bagi team dengan memilih Moscow Home Hostel sebagai tempat menginap. Selain bisa dibooking dari Jakarta tanpa uang muka, pihak hostel juga menyediakan jasa antar jemput. Awalnya pihak hostel hanya menawarkan jemputan dari stasiun terdekat, tapi setelah dilobi, akhirnya mereka mau menjemput di airport. Jadi, team gak perlu bersusah payah menghafal dan memelototi nama-nama stasiun yang tertulis dalam aksara Sirilik. Read the rest of this page »

Update Perjalanan Per 5 September 2011

Laporan langsung dari para atlet dan tim pemantau dari posko,
disampaikan ulang sebagaimana yang mereka, tulisan  biar lebih kerasa feelnya, hehehe…

Zaki Mujur Murtadho (Manajer Ekspedisi)

Go ELBRUS…
Akhirnya,,, setelah perjuangan team berbulan2.
Hari ini 4 pemuda gagah berani berangkat menuju moscow, mewakili STAPALA – STAN – INDONESIA… semoga diberi kekuatan dalam berjuang tuk menggapai puncak tertinggi Eropa..

Terima kasih very much atas segala dukungan dari berbagai pihak atas ekspedisi ini.. baik secara moril maupun materil, efeknya sangat luar biasa bagi kami…

Daris Pohon Jati

Postingan khusus kemajuan ekspedisi Elbrus: RT @iqeqo789 Atlit tlah mndarat di Dubai Internatonal Airport jam 5.30 wktu dubai (8.30 WIB). mnunggu kbrngkatn k moscow jam 9.35 wktu dubai

@iqeqo789 Tim skrg sudah mndarat di Domodedovo airport, waktu mnunjukkan pukul 14.45 moscow time, Msh mngantri trun psawat cc: @ STAPALA

Fadlan Arif

Atlet telah mendarat di bandara domodedovo, moscow pd pukul 14.45 waktu rusia atau 17.45 wib
selanjutnya atlet akan menuju moscow home hostel untuk beristirahat

Eko Santoso

Laporan atlet dari Moskow

sudah di hostel (pake s)..ada wifinya
malam ini istirahat,besok agendanya pagi ke KBRI, terus ceck out..
selanjutnya menuju bandara vonokova , terbang ke moneralnye vody..dijemput Agen
alpindustrya di sana..

keadaan semuanya sehat, cuman yaa..betul kata kadal..malam pelepasan itu adalah
kesempatan terakhir makan enak…

jadi tadi gini,di airport dah di jemput drivernya. di Moskow kan kita lgsg beli buat tiket lokalnya,,aku ma ijil nunggu barang barengan ma pak sopir yang serem dan tentu saja nggak bisa english..Mas Kus2 ma Gaek,,beli tiket..sialnya , nggak ada pelayan tiket yg bisa english.lamaaaa bgt..sementara aku ma ijil udah di suruh cepet2 ma pak sopir..
1,5 jam berlalu..aku nerima telpon dari hostelnya..yang akhirnya tjd kesepakatan, kalau dalam 15 menit gaek ma mas kus2 g dtg..bookingan kita batal..karena sopir kudu kembali dan bla bla bla..
dan itu pastinza kena charge..charge nunggu dan kompensasi pembatalan..lgsg aku cari gaek ma mas kus2.ternzata masih transaksi,sewa translator mukanza tiong hoa kayak koh tepi gtu,,untung dah hampir selesai..sekitar 10 menit kita dah berempat lagi,,labgsung menuju taxi…sekarang waktunza tidur.m ini kibot rada aneh..hurufnza kebalik2 Read the rest of this page »

Perlengkapan Pendakian

Pada intinya, perlengkapan yang dipakai atlet Ekspedisi Elbrus Stapala STAN (EESS) sebisa mungkin diadakan dan di bawa dari Indonesia.  Hanya peralatan yang tak tersedia di Indonesia dan alat yang mahal saja yang nantinya akan dibeli atau disewa di Rusia sana.

jaket parka

kaos kaki

kaos kaki #2

matras

matras

gogle

Read the rest of this page »

Hari H

Hari H, H-0, D day, apapun istilahnya inilah waktunya. Hari ini, 3 September 2011 akhirnya kami berangkat ke Elbrus-Rusia juga.

Empat orang atlet akhirnya diberangkatkan.

empat atlet + manajer pendanaan

Empat orang? Iya benar. Manajemen terpaksa harus mengurangi kuota atlet menjadi empat orang (dari lima yang direncanakan) dikarenakan membengkaknya biaya operasional.

Upacara pelepasan sederhana nan khidmat dilakukan di depan Posko Stapala dihadiri ketua Stapala, manajer ekspedisi, anggota aktif, beberapa Foksta, Pelatih Atlet, orang tua salah seorang atlet, serta atlet itu sendiri tentunya.

Dalam sambutannya, Bang Indra Jabrik 263 memutar kembali memory 20 tahun lalu, di mana Stapala juga memberangkatkan atletnya ke Rusia (Baca: Mengapa harus Elbrus?).

Selepas pukul 10 malam dengan diantar rombongan 3 mobil, berangkatlah team menuju bandara.

4 September 2011, tepat pukul 00:40, pesawat Emirates (EK) 359 terbang menuju Dubai. Di kota ini team akan transit beberapa jam sebelum penerbangan dilanjutkan ke Rusia.

perbedaan waktu 4 kota

Untuk update perkembangan ekspedisi, sila layari TL twitter @STAPALA, yang akan dilaporkan langsung oleh salah satu atlet.

Panduan Umum Pendakian Gunung Elbrus Rusia

Berikut ini panduan umum bagi para pendaki Gunung Elbrus yang dikeluarkan oleh KBRI MOSKOW:

1.      Umum

Para pendaki sebaiknya melakukan komunikasi dengan KBRI Moskow jauh hari sebelum dilaksanakan pendakian. Untuk hal tersebut bisa dilakukan melalui email KBRI Moskow: kbrimos@gmail.com.

Kedatangan di Rusia hendaknya juga dilaporkan kepada KBRI Moskow melalui media komunikasi yang ada, seperti internet, telepon, sms dan lainnya. Keberadaan pendaki sangat penting diketahui oleh KBRI agar dapat memberikan bantuan informasi manakala diperlukan.

Bila memerlukan informasi tentang hal-hal yang terkait dengan kondisi Rusia, silakan menghubungi: flx.kim@gmail.com

2.      Pengurusan Visa

Pengurusan visa dapat dilakukan di Kedutaan Besar Federasi Rusia di Jakarta. Adapun syarat pengurusan visa adalah: Read the rest of this page »

Terskol Tutup, Jalur Utara Jadi Pilihan

Jalur selatan elbrus saat ini masih ditutup oleh pemerintah rusia. Penutupan ini terkait sweeping teroris yang dilakukan di kawasan terskol. Oleh karena itu, akan dipilih jalur utara dalam menggapai puncak elbrus.

jalur utara dikenal sebagai jalur yang cukup sulit karena pendaki harus berjalan dari titik “start” hingga puncak. Berbeda dengan jalur selatan yang bisa dilalui dengan bantuan fasilitas yang ada di area taman nasional. Tantangan lain adalah medan curam dan fasilitas yang sangat minim, termasuk akses komunikasi di jalur pendakian utara Elbrus.

Rencana perjalanan dirubah, setelah kedatangan di mineralnie vodie langsung menuju kislovodsk. kemudian dilanjutkan ke base camp elbrus dengan ketinggian sekitar 2200 mdpl. Selanjutnya, tim akan beranjak dari Elbrus Base Camp menuju Emanuel’s Glade (2250 mdpl) untuk mendirikan tenda dan beristirahat sambil beraklimatisasi, lalu dilanjutkan ke Tent Camp (3800 mdpl). Di Tent Camp ini tim akan bermalam dan mempersiapkan summit attack dan naik ke Lenz’s Rock (4600) untuk melakukan serangkaian program aklimatisasi. Dan akhirnya menuju Puncak Barat Elbrus dengan ketinggian 5642 mdpl. setelah itu tim akan kembali turun ke padang emanuel dan kembali ke Indonesia.

mineralnie vody-kislovodsk-base camp

base camp-emanuel’s glade-tent camp-puncak

2 bulan PLN, 2 hari PONR (mohon dibuka)

Oleh: Achmad Zulfikar Fauzi
assalamualaykum warrahmatullahi wabarakatuh..
salam sejahtera bagi kita semua..
salam damai.. salam merdeka.. woy0w!!!

dengan rahmat Tuhan Yang Maha Esa, telah tibalah kita ke H-20 pemberangkatan tim EKSPEDISI ELBRUS STAPALA. puncak elbrus adalah puncak tertinggi di eropa dimana kita pernah kesana tetapi belum berhasil mencapai puncak. oleh sebab itu maka tahun ini diulang kembali ekspedisi tersebut untuk membayar hutang masa lalu dan sebagai batu loncatan untuk seven sumit berikutnya.

sejauh ini dana sudah mencapai 100 juta dan kabar menggembirakan dari PLN yang bersedia memberikan sponshorship sebesar Lima Puluh Juta. tetapi yang menjadi kendala adalah bahwa dibutuhkan waktu sekitar 2 bulan agar dana terebut benar-benar cair.

mengingat bahwa pemberangkatan hanya kurang dari 20 hari lagi, maka tidak mungkin jika kita harus menunggu dana PLN cair. oleh sebab itu, maka tim memutuskan untuk mencari pinjaman dulu. awalnya tim berencana untuk meminjam ke Bank dengan resiko bunga. akan tetepi akhirnya tim memutuskan untuk meminjam dana kepada Anggota STAPALA. sehingga tidak berbunga dan tidak ribet syarat dan persyaratannya.

sejauh ini, sudah ada beberapa Anggota STAPALA yang bersedia meminjamkan uangnya untuk “menalangi” Dana PLN tersebut. Anggota STAPALA Budiman tersebut adalah:
1. Andy “cibob” Ilham Muliawan 476/SPA/1995 sebesar Rp5.000.000,00
2. Mahardian “romes” kasendra 804/SPA/2006 sebesar Rp5.000.000,00
3. Dody “dodol” Taufiq Wijaya 089/SPA/1985 sebesar Rp10.000.000,00 (dengan rincian: 8juta pinjaman, 2 juta tambahan donasi)
total: RP20.000.000
4. Hendi Dwi Mandegani “Tongki” 811/SPA/2007 (sejak tulisan ini diterbitkan belum di konfirmasi berapa nominal pastinya)

Dana pinjaman untuk menutupi kekurangan PLN sebesar 30.000.000
sedangkan kekurangan dana untuk menutupi biaya keseluruhan Ekspedisi adalah sebesar 70.000.000

menimbang perlunya boking tiket pesawat, membayar guide, mengurus visa dan peralatan, maka tim memutuskan untuk menentukan “poin of no return” tanggal 17 Agustus 2011. pada tanggal 17 Agustus Akan dilihat berapa dana terkumpul dan berapa atlet yang memungkinkan berangkat dengan dana segitu.

mengingat tinggal 2 hari lagi, maka saya memohon kepada semua anggota STAPALA untuk menyegerakan transfer. saya yakin setiap Anggota STAPALA ingin membantu dan berkonstribusi alam ekspedisi ini akan tetapi mungkin kesibukan yang menghalangi setiap Anggota STAPALA untuk menstransfer donasinya.

transfer setelah tanggal setelah 17 Agustus Tetap diterima, tetapi tidak mempengaruhui jumlah atlet yang diberangkatkan..oleh sebab itu, mohon untuk menyegerakan memberikan donasi.

saya juga menawarkan ke Semua ANGGOTA STAPALA untuk meminjamka duit untuk menalangi Dana PLN yang Masih 2 bulan Lagi. te

atas perhatian Saudara Sekalian.. saya ucapkan terimakasih..
matur nuwun, thank you… mauliat.. haturnuhun.

salam merdeka..

Jupret 858/SPA/2009
Ketua Umum STAPALA 2010/2011

Anak Terminal Itu Akan Menaiki Beruang Merah

Oleh: Daris P. Jati 802/SPA/2006

Pernah ke Salaman prend? Belum ya? Wajar lah kalo belum. Gak terkenal emang daerah yang satu ini, hahaha. Tapi pernah dengar kan?  Itu tuh kota kecamatan kecil di kaki bukit Menoreh. Kecamatan ini masuk wilayah Magelang. Jika Anda pernah makan oleh-oleh khas Magelang wajik Week (bukan wajik wuek :P ), maka Anda berarti makan makanan yang berasal dari kecamatan ini. Markas besar wajik Week yang legendaris itu terletak di kecamatan Salaman ini.

Trus ngapain ngomongin daerah ini?

Dengerin aja obrolan fiktif antara sopir angkot dengan pengamen terminal Salaman berikut ini. Baca selengkapnya..

Hari ini, MoU dengan PLN akan ditandatangani

Sebagaimana telah dirilis dalam berita sebelumnya, perusahaan BUMN anak buah Pak Dahlan Iskan ini sudah bersedia mengucurkan dana sponsorship sebesar Rp 50.000.000,- untuk kegiatan ekspedisi ini. Rencananya siang ini team manajemen yang akan dipimpin langsung oleh Mujur selaku  manajer ekspedisi akan bertolak ke kantor pusat PLN guna membahas detil kerjasamanya.

“Pagi tadi draft ‘kontrak’ kerjasama sudah dipersiapkan, selanjutnya maunya mereka (kerjasamanya) seperti apa nanti akan kita bicarakan bersama. Yang jelas 50 juta akan segera ditangan. Mudah-mudahan semua berjalan lancar dan MoU tersebut bisa segera disepakati”, kata mujur yang ditemui disela-sela kesibukannya mempersiapkan draft kontrak pagi tadi. Baca selengkapnya..

Elbrus, Sebuah Mimpi yang Tertunda (Mengapa Harus Elbrus?)

Dear Stap’s..
Siang sebelum jum’atan ini kami ingin mengajak anda sekalian memutar kembali memori ke rentang waktu satu dekade yang lalu. Atau mungkin bagi kita yang ketika itu bahkan belum mengenal Stapala, setidaknya bisa memandu kita untuk memahami alur cerita sebuah mimpi yang tertunda. Asa menapaki puncak tertinggi eropa yang kini sedang kita coba tuk mewujudkannya.

Tulisan ini juga untuk menjawab pertanyaan banyak pihak yang ingin mengetahui alasan dipilihnya Elbrus oleh Stapala. Sebagaimana diketahui, banyak yang mempertanyakan mengapa Stapala memilih Elbrus, gunung yang sudah “terlalu sering” didaki oleh organisasi lain di negeri ini dalam beberapa tahun belakangan ini. Tak kurang 8 team Indonesia yang telah mendaki Elbrus dalam rentang waktu 2009-2011 (Wanadri, team Jejak Petualang Trans7, Team TVone, Mahitala Unpar, Kartini Petualang, Unair-Semen Gresik, Mahapala Unnes dan Kang Sabar).

Sebagai info, Pendakian Elbrus merupakan amanat Rapat Anggota Tahunan (RAT) Stapala tahun 2010. RAT mengembankan misi ini kepada badan Pengurus Harian (BPH) Stapala 2010-2011 untuk menuntaskan tugas yang masih belum terselesaikan dari awal dekade 90-an. Boleh dibilang ini adalah misi bayar utang :) .

Baca juga Gunung Elbrus dipilih sebagai puncak kedua Seven summits STAPALA

Oke guys, langsung saja..  tulisan berikut ini merupakan tulisan dari Bang Indra Jabrix sebagaimana dimuat di stapalastan.wordpress.com

Wawancara Danang Chapung Seno 323/SPA/91 (Sekretaris Ekspedisi Mt.Elbrus 1991) Baca selengkapnya..

Buka – Sahur Bersama, menjadi ajang konsolidasi team elbrus

“Hola.. Sore ini kirim kaos ke penjuru Indonesia dari Aceh sampe Blitar, dari Sumut sampe Gunung Kidul.. Menunggu buka puasa, posko ramek!”

Begitu celoteh account twitter STAPALA beberapa jam yang lalu.  Memang semenjak ditetapkannya batas waktu cut off, atau lebih kerennya disebut sebagai Point of No Return Date, bertepatan pula dengan selesai diproduksinya Kaos Elbrus tahap pertama yang diperuntukkan khusus bagi anggota STAPALA yang berkenan memberikan donasi murni untuk ekspedisi ini, team mulai gencar kembali mambakar api elbrus yang sempat sedikit meredup beberapa waktu belakangan ini.

Buka puasa dan sahur bersama pun ditetapkan sebagai ajang evaluasi kegiatan yang dilakukan sepanjang hari, sekaligus sebagai media konsolidasi dalam menentukan Baca selengkapnya..

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.